Dikutip dari penulis Felix.y.Siauw #1
Dikutip dari
penulis Felix.y.Siauw #1
Cinta itu
memikirkan yang dicintai, buikan hanya kemarin dan kini, tapi nanti. Mari kita
bicara tentang masa depan. Agar hari esok yang dijelang bukan suatu
kesengsaraan, ada hal yang jelas harus dipersiapkan. Mana yang boleh dilakukan
dan mana yang harus dihindarkan.
Bila
engkau lelaki, engkau harus tau arah saat melangkah. Bila engkau
perempuan, seharusnya tau bagaimana bertingkah. Setiap muslimah tentu saja
menginginkan lelaki yang bertanggung jawab, yang menghargai kelebihan kebaikannya,
dan yang memaafkan kealpaan kekurangannya. Muslimah mana yang tak ingin lelaki
berbudi pekerti, baik hati, tinggi iman, dan lurus amal?? Muslimah selalu
menanti lelaki elok akhlak padan rasa, yang memiliki kelembutan. Muslimah mana
yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka dan
membimbingnya menuju surga Allah ??
Sialnya kita hidup di zaman
kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperlihatkan
fisik bukan isi, perhatikan badan bukan iman. Kapitalisme menjadi kan
kebahagiaan meterialistis sebagai tujuan tertinggi. Hingga membuaat lelaki
sejati dalam pandangan islam sebagai barang yang sulit. Hedonisme, anak kandung
kapitalisme, sukses menjadikan lelaki hanya pedli nikmat sampai pada kulit.

Komentar