Mari Menulis, Ekspresikan Dirimu, Lejitkan Namamu
Asma Nadia. Siapa sih yang nggak tau perempuan satu ini. Kalian pernah melihat sinetron Catatan Hati Seorang Istri dan Sakinah Bersamamu. Atau film Assalamualaikum Beijing dan Surga Yang Tak Dirindukan. Ya ... Asma Nadia adalah penulis buku best seller yang sudah menerbitkan satu juta kopi. Lebih dari lima puluh buku sudah terbit dan menjadi best seller. Baik film maupun sinetron yang dibuat Asma Nadia memang di adaptasi dari novel-novelnya.
Selain disibukkan menulis buku, istri dari Isa Alamsyah ini juga sibuk menjadi narasumber dan motivator. Perguruan tinggi maupun swasta merupakan tempat-tempat yang biasa dikunjungi Asma Nadia, salah satunya Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Ketika Asma Nadia di undang menjadi narasumber di kampus yang biasa disebut UIN Sunan Ampel ini, Asma Nadia tidak sendiri. Asma Nadia bersama Aguk Irawan seorang penulis buku Haji Backpaker dan Air Mata Surga ini juga sempat merilis film yang di adapatsi dari novel yang ditulisnya.
Menurut Asma Nadia untuk menjadi penulis diperlukan 90% kerja keras, 5% bakat, dan 5% keberuntungan. Di tolak berkali-kali oleh sebuah redaksi ataupun penerbit adalah suatu hal yang sangat biasa. “Kalau di tolak revisi kirim, di tolak, revisi lagi dan kirim lagi. Jangan menyerah”. Tutur perempuan cantik yang sudah memiliki dua buah hati ini.
Tidak ada excuse bahkan ketika kita bisa dibilang masih kecil. Menulis itu media kebaikan tersebar. Menulis memungkinkan kita mendapat amal jariyah. Jadikan menulis sebagai kebiasaan. Menulis adalah pekerjaan hati. Menulis adalah media mengekspresikan apa yang ada di dalam otak dan hati kita. Menulis itu seperti berlibur. Lakukan sesuka hati.
Berikut tips membuat tulisan yang baik ala Asma Nadia saat saya temui di auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ø Judul. Perhatikan judul. Jangan terlalu panjang ataupun pendek
Ø Tentukan pokok-pokok pikiran
Ø Buat opening yang menarik
Ø Jangan bertele-tele
Ø Fokus
Ø Buat konflik yang menarik. Karena konflik adalah nyawa dalam cerita
Ø Pesan verbal. Jangan jadi penulis yang hanya indah kata, tapi juga pesannya
Ø Buat ending yang menarik agar menimbulkan kesan bagi pembaca
Ø Meneruskan tulisan apapun bentuknya, jangan diabaikan
Ø Harus banyak referensi
Ø Jangan lupa mengedit tulisan. Menulis dan mengedit adalah dua hal yang berbeda. Jangan di campur adukkan
Ø Judul. Perhatikan judul. Jangan terlalu panjang ataupun pendek
Ø Tentukan pokok-pokok pikiran
Ø Buat opening yang menarik
Ø Jangan bertele-tele
Ø Fokus
Ø Buat konflik yang menarik. Karena konflik adalah nyawa dalam cerita
Ø Pesan verbal. Jangan jadi penulis yang hanya indah kata, tapi juga pesannya
Ø Buat ending yang menarik agar menimbulkan kesan bagi pembaca
Ø Meneruskan tulisan apapun bentuknya, jangan diabaikan
Ø Harus banyak referensi
Ø Jangan lupa mengedit tulisan. Menulis dan mengedit adalah dua hal yang berbeda. Jangan di campur adukkan

Komentar