Muslimah memimpin ?? Bolehkah ??



        
   Muslimah memimpin ?? bolehkah ?? emm… tentu boleh dong, guys. Masak cowok terus sih yang memimpin. Sekarang kan sudah emansipasi. Wanita pun mampu berdiri dihadapan umum. Nggak harus cowok yang jadi pemimpin. Muslimah pun bisa. Contoh yang ada disekitar kita seperti ketua karang taruna,menjadi ketua osis,menjadi ketua mading ataupun lain-lainnya. Muslimah dapat berkarya,memberi energi dan inspirasi melalui kepemimpinan dari hal-hal terkecil disekitar kita. But, apakah memimpin itu mudah ?? apakah dengan memimpin kita bisa melakukan apa saja ?? jawabannya tentu ‘tidak’. Menjadi seorang pemimpin nggak semudah yang kita pikirkan loh. Apalagi menyepelekan. Muslimah yang ingin menjadi pemimpin harus bisa menjaga sikap dan emosi. Yuukk .. kita simak apa saja yang harus diperlukan ketika kita menjadi pemimpin :
1.Muslimah Big Boss …
            Muslimah big boss inilah yang suka bikin sebel para anggotanya. Muslimah big boss ini sama aja dengan tukang perintah. Sebagai pemimpin,kita sih boleh-boleh saja mengatur dan memberi perintah, tapi bukan berarti semena-mena loh ya. Kalaupun kamu ingin mengatur atau memberi perintah gunakan bahasa yang baik dan sopan. Perintahlah anggota kamu sesuai dengan pekerjaannya, jangan diluar batas dari itu. Dan jangan lupa selain kita bisa memerintah sebaiknya kita juga ikut bekerja. Jangan asal memerintah ini itu aja ya guys !!!
2.Tegas Bukan Berarti Jahat
            Guys ini nih yang sering bikin kita salah paham. Seorang pemimpin yang bertindak tegas dikiranya jahat. Padahal itu sama sekali tidak benar. Tegas disini istilahnya nggak klemar-klemer. Tidak hanya tegas dalam bersikap namun juga harus tegas dalam berpikir, cepat dalam mengambil keputusan. Eits… tapi bukan berarti sembarang mengambil keputusan. Sebelum mengambil keputusan harus dipikirkan matang-matang resiko yang akan terjadi. Karena dengan kita mengambil keputusan berarti kita sudah siap dengan resiko apapun. But, kamu tak perlu risau dengan resikonya. Insyaallah jika keputusan yang kamu ambil itu terbaik, maka ngaak akan ada resiko besar menimpa kamu. So you can do it guys !!!
3.Mencela atau menghina
            Duh istilah satu ini selalu aja bikin orang sakit hati. Namanya saja mencela pasti bikin sakit. Hati-hati ya buat para pemimpin muslimah. Jaga emosi dan kata-kata. Karena wanita kalau sudah marah dan emosi pasti asal nyeplos. Kalau emang kita marah atau sebel sama anggota kita sebaiknya agak diredam deh marahnya. Jangan sampai ngeluarin kata-kata yang bikin sakit hati. Gitu-gitu mereka kan anggota kita juga. Kita nggak akan bisa apa-apa tanpa bantuan mereka. Kalau emang mereka melakukan kesalahan mending di omongin baik-baik. Kasih tau dan nasehati agar mereka tak melakukan kesalahan lagi. Setuju guys ?? Pasti setuju ^_^
4.Hargai Pendapat Orang Lain
            Ini tipe muslimah yang sukanya memaksa kehendak dan nggak bisa menghargai pendapat orang lain. Muslimah seperti ini agak kaku. Kalau ada anggotanya memberi pendapat nggak pernah didengerin ataupun diterima. Kalau sudah mengambil keputusan mau nggak mau anggotanya harus nurutin dan ngejalanin apa yang sudah dia putuskan. Muslimah seperti ini its not good. Mereka terlalu memaksakan kehendak. Buat pemimpin muslimah hargai dong pendapat anggotanya. Selama pendapatnya baik terima aja ya. Beri kesempatan buat para anggota bisa menyampaikan keinginan dan ide-ide kreatifnya.
5.Dont say it !!!
            Guys hati-hati ya sama yang namanya MULUT. Mulut ini bisa melukai perasaan orang lain. Biasanya muslimah seperti ini tanpa sadar mengeluarkan kata-kata yang bikin malu orang lain ataupun anggotanya. Buat para muslimah jangan seperti itu ya!!! Jaga image muslimah dong!!! Masak muslimah yang identiknya kalem bisa melukai perasaan orang lain sih. Memarahi sih boleh wajar-wajar saja, tapi kalau marahnya berlebihan dan di depan umum kan bikin malu. Ini nih contohnya:
            “ Hei kamu kalau saya sedang memberi penjelasan jangan ramai sendiri. Nggak pernah sekolah ya nggak diajarin etika”. Atau ada anggota kamu yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugasnya “ Bodoh banget sih kamu. Gini aja nggak bisa. Makanya kalau punya otak itu dipakai” . Astaghfirullahaladzim. Buat pemimpin muslimah jangan seperti itu ya. Don’t say it!!! Itu bikin sakit hati dan malu banget. Apalagi intonasi dan nada bicaranya naik. Uchh,,, seremm .
6.Jangan Bandingkan Dia Dengan Yang Lain
            Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang jago ngurusin keuangan, ada yang jago bicara didepan umum, ada yang jago bikin de-ide baru, ada yang cekatan, ada juga yang lelet alias lemot, dll. But biasanya pemimpin muslimah kalau sudah cocok sama salah seorang anggotanya pasti suka membandingkan dengan anggota yang lain dengan alasan lebih pinter lah, cekatan lah, lebih inilah, lebih itulah. Duh pasti ribet kalau ketemu pemimpin seperti ini. Anggota yang lain serasa di anak tirikan. Nggak baik pemimpin seperti ini yang suka membanding-bandingkan. Jadi pemimpin itu harus adil. Nggak boleh pilih kasih. Karena kalau kita sebagai pemimpin nggak bisa adil akan  mempertanggung jawabkan di akhirat kelak. Menjadi seorang pemimpin itu adalah amanah. Harus bisa melaksanakan sebaik-baiknya. Satu lagi yang harus diingat, setiap perkataan dan perbuatan kita akan dihisab sama Allah loh nantinya, sekecil apapun itu.
7.Keep smile !!!
            Keep smile, pasti tau dong apa keep smile itu?? Yap… selalu tersenyum. Meskipun sepele tapi ini nggak boleh dilupakan dan nggak boleh ketinggalan. Senyum ini hukumnya wajib. Pasti sudah banyak yang denger dengan istilah senyum itu ibadah. Ya… karena dibalik senyum dan tawa tujuannya hanya ingin mengajak tersenyum bersama. Berbahagia bersama. Penuh kesederhanaan kan. Selain itu dengan tersenyum kita bisa lebih kelihatan ramah dengan anggota. Anggota kitapun nggak merasa tegang dan ketakutan karena kita murah senyum. Pasti para pemimpin muslimah nggak mau dibilang miss jutek kan?? mangkanya mulai dari sekarang biasakan keep smile.
            Nah buat para muslimah sudah tau kan bagaimana kita harus bersikap selama menjadi pemimpin. Simpel kan?? Muslimah pun bisa menjadi seorang pemimpin. Tapi tetap harus berjalan sesuai syariat. Karena menjadi seorang pemimpin adalah amanah yang diberikan oleh Allah. Semoga bermanfaat ya.
                Muslimah memimpin ?? bolehkah ?? emm… tentu boleh dong, guys. Masak cowok terus sih yang memimpin. Sekarang kan sudah emansipasi. Wanita pun mampu berdiri dihadapan umum. Nggak harus cowok yang jadi pemimpin. Muslimah pun bisa. Contoh yang ada disekitar kita seperti ketua karang taruna,menjadi ketua osis,menjadi ketua mading ataupun lain-lainnya. Muslimah dapat berkarya,memberi energi dan inspirasi melalui kepemimpinan dari hal-hal terkecil disekitar kita. But, apakah memimpin itu mudah ?? apakah dengan memimpin kita bisa melakukan apa saja ?? jawabannya tentu ‘tidak’. Menjadi seorang pemimpin nggak semudah yang kita pikirkan loh. Apalagi menyepelekan. Muslimah yang ingin menjadi pemimpin harus bisa menjaga sikap dan emosi. Yuukk .. kita simak apa saja yang harus diperlukan ketika kita menjadi pemimpin :
1.Muslimah Big Boss …
            Muslimah big boss inilah yang suka bikin sebel para anggotanya. Muslimah big boss ini sama aja dengan tukang perintah. Sebagai pemimpin,kita sih boleh-boleh saja mengatur dan memberi perintah, tapi bukan berarti semena-mena loh ya. Kalaupun kamu ingin mengatur atau memberi perintah gunakan bahasa yang baik dan sopan. Perintahlah anggota kamu sesuai dengan pekerjaannya, jangan diluar batas dari itu. Dan jangan lupa selain kita bisa memerintah sebaiknya kita juga ikut bekerja. Jangan asal memerintah ini itu aja ya guys !!!
2.Tegas Bukan Berarti Jahat
            Guys ini nih yang sering bikin kita salah paham. Seorang pemimpin yang bertindak tegas dikiranya jahat. Padahal itu sama sekali tidak benar. Tegas disini istilahnya nggak klemar-klemer. Tidak hanya tegas dalam bersikap namun juga harus tegas dalam berpikir, cepat dalam mengambil keputusan. Eits… tapi bukan berarti sembarang mengambil keputusan. Sebelum mengambil keputusan harus dipikirkan matang-matang resiko yang akan terjadi. Karena dengan kita mengambil keputusan berarti kita sudah siap dengan resiko apapun. But, kamu tak perlu risau dengan resikonya. Insyaallah jika keputusan yang kamu ambil itu terbaik, maka ngaak akan ada resiko besar menimpa kamu. So you can do it guys !!!
3.Mencela atau menghina
            Duh istilah satu ini selalu aja bikin orang sakit hati. Namanya saja mencela pasti bikin sakit. Hati-hati ya buat para pemimpin muslimah. Jaga emosi dan kata-kata. Karena wanita kalau sudah marah dan emosi pasti asal nyeplos. Kalau emang kita marah atau sebel sama anggota kita sebaiknya agak diredam deh marahnya. Jangan sampai ngeluarin kata-kata yang bikin sakit hati. Gitu-gitu mereka kan anggota kita juga. Kita nggak akan bisa apa-apa tanpa bantuan mereka. Kalau emang mereka melakukan kesalahan mending di omongin baik-baik. Kasih tau dan nasehati agar mereka tak melakukan kesalahan lagi. Setuju guys ?? Pasti setuju ^_^
4.Hargai Pendapat Orang Lain
            Ini tipe muslimah yang sukanya memaksa kehendak dan nggak bisa menghargai pendapat orang lain. Muslimah seperti ini agak kaku. Kalau ada anggotanya memberi pendapat nggak pernah didengerin ataupun diterima. Kalau sudah mengambil keputusan mau nggak mau anggotanya harus nurutin dan ngejalanin apa yang sudah dia putuskan. Muslimah seperti ini its not good. Mereka terlalu memaksakan kehendak. Buat pemimpin muslimah hargai dong pendapat anggotanya. Selama pendapatnya baik terima aja ya. Beri kesempatan buat para anggota bisa menyampaikan keinginan dan ide-ide kreatifnya.
5.Dont say it !!!
            Guys hati-hati ya sama yang namanya MULUT. Mulut ini bisa melukai perasaan orang lain. Biasanya muslimah seperti ini tanpa sadar mengeluarkan kata-kata yang bikin malu orang lain ataupun anggotanya. Buat para muslimah jangan seperti itu ya!!! Jaga image muslimah dong!!! Masak muslimah yang identiknya kalem bisa melukai perasaan orang lain sih. Memarahi sih boleh wajar-wajar saja, tapi kalau marahnya berlebihan dan di depan umum kan bikin malu. Ini nih contohnya:
            “ Hei kamu kalau saya sedang memberi penjelasan jangan ramai sendiri. Nggak pernah sekolah ya nggak diajarin etika”. Atau ada anggota kamu yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan tugasnya “ Bodoh banget sih kamu. Gini aja nggak bisa. Makanya kalau punya otak itu dipakai” . Astaghfirullahaladzim. Buat pemimpin muslimah jangan seperti itu ya. Don’t say it!!! Itu bikin sakit hati dan malu banget. Apalagi intonasi dan nada bicaranya naik. Uchh,,, seremm .
6.Jangan Bandingkan Dia Dengan Yang Lain
            Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang jago ngurusin keuangan, ada yang jago bicara didepan umum, ada yang jago bikin de-ide baru, ada yang cekatan, ada juga yang lelet alias lemot, dll. But biasanya pemimpin muslimah kalau sudah cocok sama salah seorang anggotanya pasti suka membandingkan dengan anggota yang lain dengan alasan lebih pinter lah, cekatan lah, lebih inilah, lebih itulah. Duh pasti ribet kalau ketemu pemimpin seperti ini. Anggota yang lain serasa di anak tirikan. Nggak baik pemimpin seperti ini yang suka membanding-bandingkan. Jadi pemimpin itu harus adil. Nggak boleh pilih kasih. Karena kalau kita sebagai pemimpin nggak bisa adil akan  mempertanggung jawabkan di akhirat kelak. Menjadi seorang pemimpin itu adalah amanah. Harus bisa melaksanakan sebaik-baiknya. Satu lagi yang harus diingat, setiap perkataan dan perbuatan kita akan dihisab sama Allah loh nantinya, sekecil apapun itu.
7.Keep smile !!!
            Keep smile, pasti tau dong apa keep smile itu?? Yap… selalu tersenyum. Meskipun sepele tapi ini nggak boleh dilupakan dan nggak boleh ketinggalan. Senyum ini hukumnya wajib. Pasti sudah banyak yang denger dengan istilah senyum itu ibadah. Ya… karena dibalik senyum dan tawa tujuannya hanya ingin mengajak tersenyum bersama. Berbahagia bersama. Penuh kesederhanaan kan. Selain itu dengan tersenyum kita bisa lebih kelihatan ramah dengan anggota. Anggota kitapun nggak merasa tegang dan ketakutan karena kita murah senyum. Pasti para pemimpin muslimah nggak mau dibilang miss jutek kan?? mangkanya mulai dari sekarang biasakan keep smile.
            Nah buat para muslimah sudah tau kan bagaimana kita harus bersikap selama menjadi pemimpin. Simpel kan?? Muslimah pun bisa menjadi seorang pemimpin. Tapi tetap harus berjalan sesuai syariat. Karena menjadi seorang pemimpin adalah amanah yang diberikan oleh Allah. Semoga bermanfaat ya.

Komentar

Postingan Populer