Tuhan, aku mengakui bahwa.........




Pertama kali aku tau betapa berarti rasa yang aku miliki, betapa berharga kasih yang aku miliki untuk seorang laki-laki yang lucu, tetapi aku tak memiliki seorang yang menjadi petangguh untuk dapat mendapatkan dia. Aku sedikit ragu dari apa yang aku miliki. Aku berfikir aku tak pantas mendapatkan dia. Tapi tekat yang kuat aku berusaha untuk mengetahui lebih dalam. Dan suatu ketika aku mengetahui dia dan bisa mendekat yang bisa dibilang teman akrab.

Jangkau waktu yang cukup lama membuat aku nyaman sedikit demi sedikit. Di hari pertama bulan puasa 2011 aku menemukan keindahan yang terbenam. Detik demi detik aku luangkan banyak waktu dan pengertian yang membuat itu semua ada kejujuran yang menumpuk kepuasan tersendiri dan keberanian untuk semuanya yang mengartikan arti cinta sebenarnya. Cinta dan sayang sedikit demi sedikit menumpuk menjadi beribu-ribu. Tuhan, aku mengakui bahwa sebenarnya dia itu sama mencintaiku tetapi ada saja yang membuat aku sulit percaya dengan keadaan. Aku akan mampu bertahan selama mungkin cinta yang melebur menguap menjadi satu yang membuktikan itu bisa jadi sampai tiga bulan lebih.

Ketika tujuh bulan aku merasakan itu.....itu..... kotoran atau sampah penyakit hati. Entah, kenapa semua teruap kecemburuan, tangisan, dan ketidakpedulian itu datang dan seperti tidak harganya di mata orang lain. Sayang sekali itu semua berjalan cukup singkat berakhir dan melaju kepada keseriusan yang berlebihan. Kita itu diciptakan satu menjadi dua dan dua menjadi satu yang bersikap saling tolong menolong dan menghargai satu sama lain. Memahami apa yang tidak di pahami pada satu orang, menjelaskan apa yang tidak diketahui agar diketahui. Memahami kedua-duanya itu cukup singkat.

Berjalan kembali ke bulan yang merupakan penguat hubungan, delapan bulan. Iya delapan bulan... tau disitu banyak sekali yang bisa kita ingat kemesraan antara kita. Paham dan kepekaan pada apa yang kita maksud dan jelas dengan peribahasa yang cukup sulit diungkapkan. Cinta itulah yang menjadi penguat kasih sayang yang kita miliki pada seseorang yang berharga..... CHII..... Satu tahun, ending dari itu semua kita ketahui dari sifat yang keras dan semaunya sendiri, ingin apa yang tidak diinginkan dan kepaham perbedaan pendapat menjelaskan yang tidak pantas di jelaskan, tidak memahami dengan apa yang ada, dengan kondisi saat itu dan akhirnya kita memutuskan untuk jalan dengan sendiri-sendiri. Walaupun itu susah untuk mengetahui sebab akibat yang tidak jelas itu kenapa. Tuhan sendiri yang mengatur itu sedemikian rupa. Proses untuk melupakan sepanjang jalan itu dan tak seindah dengan kenyataan hidup munafik buat mengetahui dia yang sekarang susah untuk menjelaskan itu apa dan kenapa.

Komentar

Postingan Populer