Pacaran ya? Hayoo ngaku!!!




Cinta, patah hati, kecewa, di PHP-in, sakit hati, bahagia, malu-malu, gengsi, moodboster, moodbreaker, apapun sejenisnya. Itulah perasaan yang sedang di alami oleh setiap orang yang jatuh cinta. Tak hanya ketika jatuh cinta, ketika sudah menjalin hubungan baik yang baru memulai maupun yang sudah lama pasti merasakan hal itu. Jatuh cinta adalah hal yang wajar. Setiap insan yang sudah memasuki masa pubertas pasti memiliki perasaan terhadap lawan jenisnya. Perasaan yang lebih dari sekedar teman. Pasti itu.

Saya sendiri sebagai remaja yang masih labil akan hal percintaan sangat menyadari betapa sulitnya menahan rasa terhadap lawan jenis. Biasanya kita menyebutnya dengan istilah doi. Perasaan yang selalu ingin dekat dengan doi, jalan-jalan berdua dengan doi, makan bareng, ingin selalu diperhatikan sama doi, dan yang pasti ingin selalu tampil menarik di depan doi. Pasti kalian juga merasakan itu kan? Tanpa dipungkiri kita semua pernah merasakan hal itu. Hal sederhana namun terasa istimewa jika dirasakan oleh seseorang yang sedang jatuh cinta.

Kita boleh-boleh saja merasakan cinta ataupun jatuh cinta. Karena cinta adalah fitrah. Namun jangan sampai cinta yang kita punya menjadi petaka nantinya, seperti hal nya pacaran. Setiap orang yang saling jatuh cinta pasti mempunyai rasa ingin saling memiliki, awalnya PDKT(pendekatan) dan ini berujung pada status hubungan yang biasa disebut PACARAN. Hayooo ngakuu? hahah *ketawa lebar.

Dengan berpacaran pasti banyak hal-hal yang dilakukan berdua. Seperti duduk berdua-duaan di tempat sepi, berpegangan tangan, pelukan, ciuman, dan ironisnya ada yang sampai petting dan making love. Naudzubillahhimindalik!

Kita pasti tau kan bagaimana larangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya jika berdua-duaan tanpa ditemani oleh muhrimnya, pasti orang ketiganya syetan. Betul kan? Saya yakin kita semua pasti tau itu. Laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya dilarang berdua-duaan di tempat sepi apalagi berpegang tangan. Allah melarang keras itu. Berpegangan tangan saja tidak boleh apalagi pacaran. Di agama islam tidak ada istilah pacaran. Pacaran hanya akan menjerumuskan kita ke lubang dosa. Bukan saya yang melarang, tapi Allah gimana? Allah yang melarang keras itu. Saya pernah baca buku penulis favorit saya yang mengatakan "lebih baik seorang laki-laki memegang bara panas berapi ketimbang perempuan yang bukan mahrom nya".

Semoga kita semua senantiasa dilindungi oleh Allah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dari hal-hal yang menjauhkan kita dari-Nya. Kita hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Kita bukanlah makhluk yang sempurna, kita hanya hamba dari yang Maha Sempurna. Yukk kita sama-sama berproses. Memperbaiki kualitas diri itu jauh lebih baik daripada disibukkan sama yang namanya PACARAN. :)


Komentar

Postingan Populer